Mengenai Saya

Foto Saya
Aku ingin seperti Padi, semakin ia berisi, semakin ia merunduk...

Selasa, 27 Desember 2011

Sejarah Peradaban Islam - Realitas Situasi Eropa


A.    PERADABAN ISLAM DAN REALITAS SITUASI EROPA
Peradaban Islam terbagi menjadi beberapa masa. Yaitu masa kemajuan Islam (650-1000 M), masa disintegrasi (1000-1250 M) dan masa kemunduran Islam (1250-1500 M). Masa kejayaan Islam ada pada masa Khulafau ar-Rasyidin, Bani Umayyah dan Bani Abbasyiah. Sedangkan masa disintegrasi terjadi ketika dinasti-dinasti banyak yang memerdekakan diri, dan terjadi perebutan kekuasaan dipusat pemerintahan. Dan masa kemunduran Islam terjadi ketika ada penyerbuan dari bangsa Mongol dan serangan dari Timur Lenk.
Pada awal kebangkitannya, Eropa menghadapi tantangan yang sangat berat. Di hadapannya masih ada kekuatan-kekuatan perang Islam yang sulit dikalahkan, terutama Kerajaan Usmani yang berpusat di Turki. Tidak ada jalan lain, mereka harus menembus lautan yang sebelumnya hanya dipandang sebagai dinding yang membatasi gerak mereka. Setelah Christoper Colombus menemukan Benua Amerika (1492 M) dan Vasco Da Gama menemukan jalan ke timur melalui Tanjung Harapan (1498 M), Benua Amerika dan kepulauan Hindia akan segera jatuh ke bawah kekuasaan Eropa. Dua penemuan itu, sungguh tak terkirakan nilainya, Eropa menjadi maju dalam dunia perdagangan, karena tidak tergantung lagi pada jalur lama yang dikuasai umat Islam.
Perekonomian bangsa-bangsa Eropa pun semakin maju karena daerah-daerah baru terbuka baginya. Mereka dapat memperoleh harta kekayaan yang tak terhingga untuk meningkatkan kesejahteraan negerinya. Tak lama setelah itu, mulailah kemajuan Barat melampaui kemajuan Islam yang sejak lama mengalami kemunduran.
Kemajuan Barat itu dipercepat oleh penemuan dan perkembangan ilmu pengetahuan. Penemuan mesin uap yang kemudian melahirkan Revolusi Industri di Eropa semakin memantapkan kemajuan mereka. Teknologi perkapalan dan militer berkembang dengan pesat. Dengan demikian, Eropa menjadi penguasa lautan dan bebas melakukan kegiatan perekonomian dan perdagangan dari dan ke seluruh dunia. Bahkan, satu demi satu negeri Islam jatuh ke bawah kekuasaannya sebagai negeri jajahan.
      Negeri-negeri Islam yang pertama kali jatuh ke bawah kekuasaan Eropa adalah negeri-negeri yang jauh dari pusat kekuasaan Kerajaan Usmani, karena kerajaan ini meskipun terus mengalami kemunduran, ia masih disegani dan dipandang masih cukup kuat untuk berhadapan dengan kekuatan militer Eropa waktu itu. Negeri-negeri Islam yang pertama dapat dikuasai Eropa adalah negeri-negeri Islam di Asia Tenggara dan di anak benua India. Sementara, negeri-negeri Islam di timur tengah yang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Usmani, baru diduduki Eropa pada masa berikutnya.
B.     PERSINGGUNGAN PERIODE ISLAM DENGAN PERADABAN EROPA
Islam masuk Eropa pertama kali yaitu ke negeri Spanyol (Andalusia). Tepatnya pada zaman Khalifah Al-Walid (705-715 M), salah seorang Khlifah Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus. Dalam penaklukan Spanyol ini terdapat tiga pahlawan yang dapat dikatakan paling berjasa memimpin satuan pasukan Islam ke sana. Mereka adalah Tharif ibn Malik, Thariq ibn Ziyad, dan Musa ibn Nushair.
Kemudian mereka melakukan penaklukan terhadap Sidonia, Karmona, Sevilla, Merida serta mengalahkan kerajaan Ghotic dan Theodomir di Oriheula. Gelombang perluasan wilayah berikutnya yaitu muncul pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Tahun 99 H/717 M. Perkembangan Islam di Spanyol pun terus berkembang hingga lebih dari tujuh setengah abad.
Perkembangan Islam di Spanyol berupa perkembangan politik dan dalam bidang peradaban. Dalam kurun waktu yang telah disebutkan tadi kekuasaan Islam di Spanyol mengalami puncak kejayaan umat Islam, sehingga membawa pengaruhnya hingga Eropa dan bahkan dunia kepada kemajuan yang lebih kompleks.
Pengaruh ilmu pengetahuan Islam atas Eropa muncul dari mahasiswa Eropa yang belajar di Universitas Islam di Spanyol yang kemudian membawa kitab-kitab yang diterjemahkan ke dalam bahasa latin ke negaranya masing-masing. Hal ini menimbulkan adanya gerakan kebangkitan kembali (Renaissance) pusaka Yunani di Eropa pada abad ke-14 M. berkembangnya pemikiran Yunani kali ini adalah melalui terjemahan-terjemahan Arab yang dipelajari dan kemudian diterjemah kembali ke dalam bahasa Latin.
Walaupun Islam terusir dari negeri Spanyol dengan cara yang sangat kejam, tapi ia telah membidani gerakan gerakan penting di Eropa. Gerakan itu adalah kebangkitan kembali kebudayan Yunani klasik (Renaissance) yang bermula di Italia, gerakan Reformasi pada abad ke-16 M, Rasionalisme pada abad ke-17 M dan pencerahan (Aufklarung) pada abad ke-18 M.
C.     PERANG SALIB DAN INFASI MONGOL
  1. Perang Salib
Penyebab terjadinya perang salib adalah gerakan ekspansi yang dilakukan oleh Alp Arselan. Alp Arselan dengan hanya dengan tentara yang berkekuatan 15.000 prajurit, dalam peristiwa Manzikart, berhasil mengalahkan tentara Romawi yang berjumlah 200.000 orang yang terdiri dari pasukan Romawi, Ghuz, Al-Akraj, Al-Hajr, Prancis dan Armenia.
Peristiwa inilah yang menyebabkan benih permusuhan dan kebencian orang-orang Kristen terhadap orang Islam. Kebencian ini semakin bertambah setelah dinasti Seljuk dapat merebut Baitul Maqdis pada tahun 471 H dari kekuasaan dinasti Fathimiyah yang berkekuasaan di Mesir. Penguasa Seljuk menetapkan beberapa peraturan yang sangat memberatkan kaum Kristen yang ingin berziarah ke sana. Kemudian pada tahun 1095 M, Paus Urbanus II berseru kepada umat Kristen di Eropa supaya melakukan perang suci, yang terkenal dengan perang salib. Perang ini terjadi pada tiga periode.
a.      Periode Pertama
Pada musim semi tahun 1095 M, 150.000 orang Eropa, sebagian besar bangsa Prancis dan Norman berangkat menuju Konstantinopel kemudian menuju Palestina. Tentara salib yang dipimpin oleh Godfrey, Bohemond, dan Reymond berhasil memperoleh kemenangan besar. Pada tanggal 18 Juni  1097 mereka berhasil menguasai Nicea dan tahun 1098 mereka dapat menaklukkan Raha (Edessa) dan Antiochea. Kemudian mereka juga berhasil menduduki Baitul Maqdis (1099), Akka (1104), Tripoli (1109), Tyre (1124). 
b.     Periode kedua
Pada tahun 1149 M, Nuruddin Zanki penguasa Moshul dan Irak berhasil mengusai Antiochea dan pada tahun 1151 M berhasil menguasai seluruh Edessa (Raha). Hal inilah yang menyebabkan orang-orang Kristen mengobarkan Perang Salib II. Pauz Eugenius III menyerukan perang suci yang disambut oleh Raja Prancis Louis VII dan Raja Jerman Condrad II. Keduanya memimpin pasukan salib untuk merebut wilayah Kristen di Syiria, namun penyerangan mereka tidak berhasil karena dihambat oleh Nuruddin Zanki.
Lalu Nuruddin wafat tahun 1174 M, pimpinan perang kemudian digantikan oleh Shalahuddin Al-Ayyubi dan mendirikan dinasti Ayyubiyah di Mesir. Pada tahun 1187 M Shalahuddin dapat merebut kembali Yerussalem. Jatuhnya Yerussalem ke tangan kaum muslimin sangat memukul perasaan tentara pasukan salib. Kali ini tentara salib dipimpin oleh Frederic Barbarossa Raja Jerman, Richard The Lion Hart Raja Inggris, dan Philip Augustus Raja Perancis (1189 M). Namun mereka hanya bisa menduduki Akka. Tapi mereka tidak berhasil memasuki Palestina. pada tanggal 2 Nopember 1192 M dibuat perjanjian antara pasukan salib dengan Salahuddin Al-Ayyubi, yang berisi tentang orang Kristen yang ingin berziarah ke Baitul Maqdis tidak akan diganggu.
c.      Periode ketiga
Tentara salib pada periode ini dipimpin oleh raja Jerman, Frederick II. Kali ini mereka berniat merebut Mesir terlebih dahulu kemudian baru menguasai Palestina. kemudian mereka berhasil menduduki Dimyat (1219). Waktu itu raja Mesir dari dinasti Ayyubiyah melakukan perjanjian dengan raja Frederic II. Isinya antara lain Frederic bersedia melepaskan Dimyat, sementara Al-Malik Al-Kamil melepaskan Palestina, dan Frederic menjamin keamanan kaum muslimin di sana. Dalam perkembangan berikutnya kaum muslimin dapat merebut Palestina kembali dari tangan orang Kristen pada tahun 1947 di masa pemerintahan Al-Malik Al-Shalih.
Demikianlah perang salib terus berkobar di Timur. Meskipun umat Islam berhasil mempertahankan daerahnya dari tentara salib, namun kerugian yang mereka derita sangat banyak sekali.
  1. Invasi Mongol
Jatuhnya kota Baghdad pada tahun 1258 M ke tangan bangsa Mongol bukan saja mengakhiri ke-Khalifahan dinasti Abbasiyah, tetapi juga merupakan awal dari masa kemunduran peradaban Islam. Karena Baghdad yang menjadi pusat kebudayaan dan peradaban Islam yang kaya dengan ilmu pengetahuan itu di bumi hanguskan oleh pasukan Mongol yang di pimpin oleh Hulagu Khan.
Bangsa Mongol berasal dari daerah pegunungan Mongolia, yang membentang dari Asia Tengah sampai ke Siberia Utara, Tibet, dan Manchuria Barat serta Turkistan Timur. Dalam rentan waktu yang sangat panjang kehidupan Mongol tetap sederhana, mereka mendirikan kemah dan berpindah dari satu tempat ke tempat lain, mengembala kambing dan hidup dari hasil buruan. Kemajuan bangsa Mongol secara besar-besaran terjadi pada masa kepemimpinan Yasugi Bahadur Khan. Ia berhasil menyatukan 13 suku yang ada waktu itu. Kemudian setelah Yasugi meninggal, putranya yang bernama Timujin tampil sebagai pemimpin. Dalam waktu 30 tahun ia memperkuat angkatan perangnya dengan menyatukan bangsa Mongol dengan bangsa lain yang menjadi jajahannya sehingga menjadi pasukan yang tangguh.
Pada tahun 1206 M ia mendapat gelar Jengis Khan, yang beararti Raja Yang Perkasa. Kemudian Jengis Khan melakukan ekspansi ke kerajaan Islam. Mereka memulai ekspansinya dari kota Bukhara, Samarkand, Hamadzan, Quzwain, dan sampai perbatasan Irak. Negeri-negeri Islam yang mereka kuasai mereka hancurkan dengan merusak benteng, sekolah, masjid dan isinya yang sangat bernilai.
Saat kondisi Jengis Khan mulai melemah ia membagi wilayah kekuasaannya menjadi empat bagian kepada empat orang putranya, yaitu Juchi, Chagatai, Ogotai dan Tuli. Keempat putra Jengis Khan ini terus berusaha menguasai negeri-negeri yang pernah mereka taklukkan. Putra bungsu Jengis Khan, Tuli Khan berhasil menaklukkan Khurasan. Karena kerajaan-kerajaan Islam sudah melemah, maka Tuli Khan dengan mudah menguasai Irak yang menjadi pusat kerajaan Islam. Ketika Tuli Khan meninggal (1256 M) ia digantikan oleh putranya yang bernama Hulagu Khan. Kemudian Hulagu Khanlah yang menghancurkan Baghdad.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar