Mengenai Saya

Foto saya
Aku ingin seperti Padi, semakin ia berisi, semakin ia merunduk...

Selasa, 27 Desember 2011

Dan Alam semestapun memuji-Nya


Allah berfirman dalam al-Qur’an,
تسبح له السموات السبع والارض ومن فيهنّ، وان من شىءِ الاّ يسبح بحمده و لكن لاتفقهون تسبيحهم، انه كان حليماً غفوراً.
“Langit yang tujuh, bumi, dan semua yang  ada didalamnya bertasbih kepada Allah. Dan, tak ada suatupun, melainkan bertasbih dengan memuji-Nya,tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Isra’ : 44)
Ayat tersebut diatas mengisyaratkan bahwa semua makhluk yang ada di Alam semesta ini senantiasa bertasbih untuk memuji kebesaran-Nya. Langit, bumi, dan beribu-ribu bintang beserta planet yang bertebaran di angkasa selalu bertasbih seakan menjadi saksi atas kebesaran tuhan yang telah menciptakan mereka. Lalu sudahkah kita bertasbih untuk memuji dan mengagumi kebesaran Tuhan yang telah menciptakan kita?

Senin, 26 Desember 2011

Engkau Sahabat Ku

Ketika Orang berbicara tentang persahabatan..?
Tahukah engkau apa itu Sahabat?

Sahabat adalah udara dalam rongga!
Sahabat adalah cahaya dalam gelap!
Sahabat adalah air yang melepas dahaga!
Sahabat adalah Bintangnya langit malam!

Sahabat adalah angin yang menyejukkan!
Sahabat adalah langit yang mau menerima bumi apa adanya!
Sahabat adalah dokter bagi yan sakit!
Sahabat adalah orang yang mau berbagi kesedihan!
Sahabat adalah orang yang mau berbagi kegembiraan!

Sahabat itu tidak pernah perhitungan..
Sahabat itu tidak pernah pilih kasih..
Sahabat itu tidak pernah membanding-bandingkan..
Sahabat itu tidak pernah berfikir buruk pada sahabatnya..

Sahabat itu pemberi nasehat yang baik..
Sahabat itu orang yang bisa memberi solusi..

Bagiku,,
Sahabat itu .. adalah ...

" ENGKAU "

KETERAMPILAN MEMBACA


Manusia adalah makhluk yang diberi kemampuan lebih oleh Allah swt. berupa kemampuan-kemampuian yang tidak dimiliki makhluk lain. Manusia bisa berfikir, bicara menulis membaca dan kemampuan-kemampuan lain. Dan dalam hal ini kami bermaksud untuk membahas salah satu dari keterampilan manusia yaitu membaca.
Membaca merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan kita dewasa ini. Bahkan wahyu yang pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah "إقرأ" yaitu perintah untuk membaca. Usaha untuk menghilangkan/memberantas buta huruf telah dilakukan di pelbagai Negara, terutama dinegara yang sedang berkembang agar orang mampu menerima informasi melalui bahan bacaan.
Dalam hal membaca kami menemukan beberapa kriteria tentang salah satu keterampilan manusia ini, diantaranya:
ý Pengertian
Menurut Dr. Raghib As-Sairjani dan Amir Al-Madary (2007:67) membaca adalah sebuah jendela yang membuat seseorang bisa mempelajari dan menelaah segala sesuatu yang dimiliki orang lain dengan cara yang mudah dan simple.
Dan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, membaca adalah mengungkapkan sebuah kalimat dengan bunyi yang sesuai dengan fonem yang dimaksud.
ý Unsur-unsur membaca
Unsur-unsur dalam membaca yaitu ada bacaan, ada pembaca dan persiapan seseorang untuk membaca. Pada unsur yang ketiga ini terdapat beberapa klasifikasi, antara lain :
§  Kesiapan anggota
§  Lingkungan ia tinggal
§  Keberanian untuk mencoba
§  Motor preception
§  Pemerolehan bahasa (ketika anak masih dalam pertumbuhan) baik
§  Idrokul Makan / Separtian Perception (baiknya penempatan huruf-perhuruf)
§  Pertumbuhan akal normal
ý Macam-macam membaca
v Al-Qira'atus Shamitati (membaca diam/tanpa suara dan gerakan mulut)
Ada 2 unsur:
Þ    Selalu melihat apa yang dibaca
Þ    Konsentrasi penuh terhadap apa yang dibaca (fokous)
v Al-Qira'atul Jahriyyah (membaca dengan suara)
Ada 3 unsur :
Þ    Mata melihat bacaan
Þ    Hati selalu mencari pemahaman
Þ    Melafalkan dengan suara
v Al-Qira'atus Sam'iyyah (membaca yang didengar)
Þ    Memahami sesuatu yang sedang diucapkan/dibaca orang lain dengan pemahaman yang sempurna kemudian diuraikan dengan bahasanya sendiri.
ý Kesulitan-kesulitan dalam membaca
v Sebab khusus pada murid
Þ    Dyslexia
Dyslexia adalah kesukaran dalam membaca yang tidak disadari oleh gangguan neurologis, tidak ada bukti tentang adanya kerusakan otak atau gangguan organis lainnya. dalam hal ini, anak-anak penderita Dylexia sering mengalami kesulitan dalam hal belajar membaca.
Þ    Kurang cerdas
Sebab ini sangat berpengaruh terhadap proses kelancaran bagi orang yang sedang belajar untuk membaca, karena untuk membaca seseorang perlu tahu terhadap beberapa fonem, ketepatan dalam pengucapan huruf dan hal lainnya
Þ    Kurangnya anggota badan
Hal yang juga berpengaruh terhadap kelancaran membaca yaitu kurangnya anggota badan. Dengan berkurangnya anggota badan orang yang membaca akan berdampak kurang baik terhadap keancaran seseorang dalam membaca.
Þ    Kurangnya informasi
Salah satu dari kesulitan dalam membaca yaitu kurangnya informasi yang diterima oeh orang yang membaca yang dapat menyebabkan adanya diskomunikasi baik dalam makna dan lain hal.
Þ    Kurangnya praktek
Dalam hal ini, praktek merupakan hal yang wajib bagi orang yang sedang belajar membaca. Seseorang tidak akan pernah bisa membaca tanpa dibarengi dengan adanya praktek langsung.
v Sebab khusus pada guru
Þ     Lemahnya persiapan guru, hal ini mempunyai dua sebab:
o Kurang siap dalam akademik
o Kurang dalam materi yang akan diajarkan
Þ     Lemahnya terapi khusus pada siswa
ý Tujuan atau fungsi membaca
Dalam hal membaca, dibedakan antara initial reading dengan advanced reading. Initial reading adalah membaca untuk mengerti bunyi (reading for sound). Sedangkan advanced reading adalah membaca untuk mengerti arti (reading for meaning)
v Membaca untuk mengerti bunyi (initial reading)
 Dalam hal ini, seorang anak harus belajar mengenal fonem kemudian menggabungkan (blending) beberapa fonem menjadi satu suku kata atau kata. Dalam initial reading ini ada beberapa tahapan, yaitu :
+ Tahap pertama yaitu mengeja. Misalnya :  k-u-l-i-t
+ Tahap kedua yaitu menggabungkan. (ku-lit)
+ Tahap ketiga yaitu mengucapkan kata tersebut. (kulit)
v Membaca untuk mengerti arti (advanced reading)
Pada bagian kedua ini tujuan seseorang membaca adalah memahami apa yang ia baca (mengerti maksud dari redaksi yang dibaca).akan tetapi yanmg menjadi masalah yang dipertanyakan dalam advanced reading, yaitu apakah dalam hal membaca urutan proses yang dilalui ialah dari bahasa tulisan → pencatatan (recording) → bahasa lisan → pencatatan → makna (meaning).ataukah proses pencatatan dalam bahasa lisan sebenarnya tidak perlu, artinya prosesnya langsung dari bahasa tulisan → makna (meaning).

Minggu, 25 Desember 2011

Apa itu PTK?


PENELITIAN TINDAKAN KELAS
A.    Latar belakang
Penelitian tindakan kelas (PTK)yang dalam bahasa aInggris ebih dikenal dengan nama Classroom Acion Reseach (CAR) mulai dikenal dikalangan pendidikan khususnya oleh ara guru sejak tahun 1999.
PTK telah menjadi bagian terpenting pada profesionalitas seorang guru karena mereka terbiasa menemukan berbagai masalah dalam pembelajaran yang dilakasanakan. Masalah-masalah yang dihadapi guru tersebut dikelompokkan sesuai sifat dan intensitasnya, kemudian dipecahkan atau didiskusikan secara bersama-sama (jika dilaksanakan oleh kelompok) untuk mencari pemecahannya melalui pertemuan mingguan.
B.     Definisi
Secara umum penelitian tindakan kelas adalah: penelitian tindakan yang dilakukan dikelas, atau penelitian tindakan yang menyangkut masalah-masalah kelas (interaksi siswa dan guru), atau penelitian tindakan yang menyangkut masalah pendidikan dan pembelajaran. Berikut ini merupakan beberapa definisi penelitian tindakan (Action Reseach) yang dikemukakan oleh beberapa ahli pendidikan :
1.       Elliot : suatu kajian tentang situasi sosial dengan maksud untuk meningkatkan kualitas praktik. Penelitian tindakan melibatkan proses tlaah, diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan menjalin hubungan yang diperlukan antara evaluasi diri dan pengembangan profesional.
2.       Kemmis : bentuk penyelidikan berupa refleksi diri yang dilakukan oleh partisipan dalam situasi sosial dengan tujuan meningkatkan rasionalitas dan keadilan dalam praktik pendidikan, pemahaman terhadap praktik, dan situasi pelaksanaan praktik.
3.       Cohen dan manion : intervensi skala kecil terhadap tindakan dalam dunia nyata dan pemeriksaan secara cermat terhadap efek dari intervensi tindakan tersebut.
4.       Ebbut : suatu kajian yang sistematis atas usaha-usaha untuk meningkatkan praktik pendidikan oleh kelompok partisipan dengan alat tindakan praktis mereka dan reflksi mereka sendiri pada efek tindakan tersebut.
5.       Rapoport : untuk memeberi sumbangan pemecahan masalah praktis orang-orang dalam situasi problematik yang muncul dengan segera.
Berdasarkan definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan adalah suatu penyelidikan/kajian secara sistematis dan terencana untuk memeperbaiki pembelajaran dengan jalan mengadakan perbaikan atau perubahan dan mempelajari akibat yang ditimbulkan.
C.     Tujuan
Tujuan PTK adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu pembelajaran  melalui teknik-teknik pengajaran yang tepat dan seuai dengan masalah serta tingkat perkembangan siswa. PTK juga dimaksudkan sebagai salah satu cara untuk memberdayakan guru dan meningkatkan kemampuan guru dalam membuat keputusan yang tepat bagi siswa dan kelas yang diajarnya.
D.    Manfaat
Manfaat dari penelitian tindakan kelas atau Classroom Acion Reseach adalah sebagai berikut :
1.       menumbuhkan budaya meneliti pada guru agar terjadi inovasi pembelajaran.
2.      meningkatkan profesionalisme guru terutama kemampuan dalam menjabarkan kurikulum sesuai dengan tuntutan lokal, sekolah, dan kelas.
3.       meningkatkan mutu pengajaran dan hasil belajar siswa berdasarkan temuan langsung dari kelas guru sendiri.
4.       mengembangkan kerjasama atau kolaborasi antar guru di sekolah itu dan di sekolah lain dalam memecahkan masalah pengajaran dan pembelajaran.
5.       menumbuhkan kebiasaan guru melaksanakan pembelajaran yang berwawasan penelitian (learning throught research)
6.       membiasakan guru/pihak lain untuk memecahkan masalah dan merumuskan program pembelajaran berdasarkan temuan empiris yang konteksual.

الإعجاز التشريعي

الباب الأول
أساسيات البحث
‌أ.       خلفية البحث
عرفنا أن القرآن هو كلام الله الذي نزل به روح الآمين على قلب رسول الله محمد ابن عبد الله بألفاظه العربية ومعانيه الحقة، ليكون حجة للرسول على أنه رسول الله، ودستورا للناس يهتدون بهداه، وقربة يتعبدون بتلاوته. وهو المدون بين دفتي المصحف، المبدوء بسورة الفاتحة والمختوم بسورة الناس، المنقول الينا بالتواتر كتابة ومشافهة جيلا عن جيل محفوظا من أي تغير أو تبديل مصداق قول الله سبحانه فيه (( إنا نحن نزلنا الذكر وإنا له لحافظون )).[1]
والقرآن الكريم تحدى به النبي صلى الله عليه وسلم العرب، وقد عجزوا عن معارضته مع طول باعهم في الفصاحة والبلاغة، ومثل هذا لايكون إلا معجزا.[2]
والححقيقة أن القرآن معجز بكل مايتحمله هذا اللفظ من معنى : الأول فهو معجز في ألفاظه وأسلوبه، والحرف الواحد منه في موضعه من الإعجاز الذي لايغنى عنه غيره في تماسك الكلمة، والكلمة في موضعها من الإعجاز في تماسك الجملة، والجملة في موضعها من الإعجاز في تماسك الآية. والثاني وهو معجز في بيانه ونظمه، يجد فيه القارئ صورة حية للحياة والكون والإنسان وهو معجز في معانيه التي كشفت الستار عن الحقيقة الإنسانية ورسالتها في الوجود. والثالث وهو معجز بعلومه ومعارفه التي أثبت العلم الحديث من حقائقها المغيبة. والرابع وهو معجز في تشريعه صيانته لحقوق الإنسان وتكوين المجتمع مثالي تسعد الدنيا على يديه.[3]
الحديث عن الإعجاز التشريعي في القرآن الكريم حديث عن النظام الخالد للكون وما فيها، فالذي أبدع الكون من العدم وأوجد فيه من المخلوقات مالا يحصى عددا وجعل أشرف هذه المخلوقات وأكرمها بني آدم، قد اختار لهذا المخلوق المعزز دستورا في الحياة ينظم سلوكه في الدنيا وعلاقته بنفسه وبخالقه سبحانه وتعالى، ورتب نتائج دنيوية وأخروية على نتيجة سيره وفق هذا الدستور الإلهي الكريم، حيث يحصل الإنسان على الطمأنينة والعزة والرفاه في الدنيا ويشعر بإنسانيته الحقة، ويدرك الحكمة الإلهية من خلقه وإيجاده وتفصيله على سائر المخلوقات، كما ضمن الله سبحانه وتعالى له السعادة في الآخرة استمرارا لسعادتته الدنيوية ﴿قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ قُلْ هِيَ لِلَّذِينَ آَمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الْآَيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ﴾ [الأعراف : 32][4]  
‌ب. مسئلة البحث
بناء على خلفية البحث فمشكلات البحث من هذه المقالة هي مايلي :
1.   ما المفهوم من الإعجاز التشريعي؟
2.   ماهي قسم من أقسام مظاهر الإعجاز التشريعي؟
‌ج.  أغراض البحث
فأغراض البحث من هذا البحث الذي يجيب المسئلة من مشكلات البحث. إذ أغراض هذا البحث هي :
1.   لمعرفة مفهوم الإعجاز التشريعي من القرآن.
2.   لمعرفة قسم من أقسام مظاهر الإعجاز التشريعي.
‌د.     أهمية البحث
ان أهمية هذا البحث هي أن يتناول الحديث عن منزلة الإعجاز التشريعي بين أوجه إعجاز القرآن الأخرى، والتنويه بشدة الحاجة إليه في جميع الأزمان والأعصار، وبيان قدرة جميع الطبقات والمستويات على إدراكه وتقديره خلافاً للإعجاز اللغوي والعلمي.
‌ه.   حدود البحث
أن الحدود من هذا البحث هي أن يحدد الباحث عن الإعجاز القرآن التشريعي في ناحية مفهوم من الإعجاز التشريعي ومظاهرها تشريعياً.




الباب الثاني
عرض البيانات

‌أ.       مفهوم الإعجاز التشريعي
قبل أن نبحث عن الإعجاز التشريعي فمهم لنا أن نبحث عن معنى الإعجاز إجمالا. أن الإعجاز في اللغة : إثبات العجز، والعجز في التعارف : اسم للقصور عن فعل الشيء. وهو ضد القدرة، واذا ثبت الاعجاز ظهرت قدرة المعجز، والمراد من اعجاز هنا : إظهار صدق النبي صلى الله عليه وسلم في دعوة الرسالة بإظهار عجز العرب عن معارضته في معجزته الخالدة – وهي القرآن – وعجز الأجيال بعدهم.[5]
ومن وجوه الإعجاز ومظاهره البارزة في القرآن ماتضمنه هذا الكتاب من التشريع العظيم الدقيق، المتعلق بشتى مرافق الحياة الخاصة والعامة، يتناولها منذ البداية حتى النهاية، لايدع جانيا من جوانبها إلا ويضع له من الحلول والتنظيمات ماهو فريد في بابه، لم يسبق اليه شرع قبله ولالحق به تقنين بعده. ويدل على ذلك : أن هذا التشريع – كان ولايزال – يحسب حسابه فب كل مجال يبحث فيه شأن التشريع والقوانين ويضعه العلماء على هذا الفنّ في مقدمة المصادر التي يستفاد منها ويعتمد عليها.[6]
الإعجاز التشريعي عبارة واسعة المجال تشمل كل ما شرعه الله تعالى لعباده، فهو بعبارة أخرى المنهج الذي أراده الله لعباده أن يسلكوه ويأتمروا به قال تعالى: ﴿لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجاً﴾[المائدة: 48]. فالقرآن الكريم هو مصدر التشريع للمسلمين ثم يأتي بعده الحديث الشريف الذي خرج من مشكاة النبوة، وكلاهما مصدر تشريع وبيان لكل من آمن بالله وباليوم الآخر، فلا يمكن ولا يصح أن يعتقد المسلم إمكانية صدور منهج آخر من عند غير الله ليكون أصح من منهج الخالق؛ كيف ذلك والله تعالى هو الذي خلق وهو الذي يعلم ما يصلح لعباده؛ هذا ما تقر به كل الفطر السليمة والعقول الصحيحة، لأن صاحب الصنعة هو أعلم بها وبدقائقها وبما ينفعها فيأمر به وبما يضرها فينهاها عنه، أرأيت لو أن إنساناً صنع جهازاً جديداً؛ ألا ترى أن الناس يسألونه عنها ولا يسألون أحداً سواه، ولله المثل الأعلى فما بالنا نحيد عن هذه القاعدة فيما يتعلق بأمورنا وما ينفعنا وما يضرنا؟ أليس الله هو خالقنا؟ أليس هو الذي ركب كل شيء فينا؟ أليس هو الذي خلق فسوى؟ ﴿أَلا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ﴾ [الملك: 14].[7]
إن الإعجاز القرآن االتشريعي لآية بينة على أن القرآن الذي اشتمل عليه هو كلام الله أنزله على قلب عبده ورسوله محمد صلى الله عليه وسلم ليخرج الناس من ظلومات الانحراف والضلالة والشقاء الى نور الإيمان والهداية والتمسك بحبل الله المتين : ﴿هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ﴾ [الصف : 9].[8]
‌ب.مظاهر الإعجاز التشريعي
ويتجلى ها المظهر الإعجاز التشريعي فيما يلي :
1.   أن القرآن الكريم يبدأ بتربية الفرد – لأنه لبنة المجتمع – ويقيم تربيته على تحرير وجدانه وتحمله التبعة، يحرر وجدانه بعقيدة التوحيد التي تخلصه من سلطان الخرافة والوهم، وتجعله يشعر بأنه مخلوق الله، يرجع اليه ويفنى كما يوجد بمشيئته : ﴿هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآَخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ [الحديد : 3][9]
و إذا صحت عقيدة المسلم أخذ بشرائع القرآن في الفرائض والعبادات التي يراد بها صلاح الفرد، وهو في الوقت نفسه ذات علاقة وثيقة بصلاح المجتمع، وحسب المسلم في تربية أن يقف بين يدي الله جمس مرات في اليوم الواحد لتمتزج حياته بشرع الله، ويتخيل الوازع الأعلى نصب عينه ما بين كل صلاة وصلاة : ﴿اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ﴾ [العنكبوت : 45]. وناهيك بالزكاة التي تقتلع من النفس جذور الشح : ﴿خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ﴾ [التوبة : 103]. والحج الذي يجمع المسلمين على صعيد واحد : ﴿لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ﴾ [الحج : 28].
والقيام بهذه العبادات يربي المسلم على الشعور بالتبعة الفردية التي يقررها القرآن، وينوط بها كل التكليف من تكالف الدين : ﴿كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ﴾ [الطور : 21].
2.   ومن تربية الفرد ينتقل إلى بناء الأسرة، لأنها نواة المجتمع، فشرع الزواج استجابة لغزيرة الجنس، إبقاء على النوع الإنساني في تناسل طاهر ونظيف، وأقام الروابط بينهما على أساس من الود والرحمة، ومراعاة خصائص كل من الرجال والمرأة : ﴿وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ﴾ [الروم : 21].[10]
3.   ثم يقرر نظام الحكمة الذي يقوم على أساس الشورى والمساواة ومنع السيطرة ﴿وَأَمْرُهُمْ شُوْرى بَيْنَهُمْ﴾ [الشورى : 38]. رائدة العدل : ﴿وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ﴾ [النساء : 58]. وطريقة العمل بشرع الله : ﴿وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ﴾ [االمائدة : 49]. والعدول عن حكم الله كفر وفسوق وظلم : ﴿وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ﴾ [المائدة : 44]، ﴿وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ﴾[المائدة : 45]، ﴿وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ﴾[المائدة : 47].[11]
4.   ثم يأتي تقرير الأحكام التي من شأنها صيانة الكليات الخمس الضرورية للحياة الإنسانية : الدين والنفس والعرض والعقل والمال. وعلى أساس هذه الصيانة رُتبت العقوبات المنصوصة التي تعرف في الفقه الإسلامي بالجنايات والحدود.[12]
5.   ثم يقرر القرآن العلاقات الدولية في حالتي الحرب والمسلم بين المسلم وجيرانهم أو معاهدهم، وهي أرفع معاملة عرفت في تاريخ الحضارة الإسلامية، قال تعالى : ﴿وَإِنْ جَنَحُوا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ﴾ [الأنفال : 61]. ﴿لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ﴾ [الممتحنة : 8].[13]
وخلاصة القول : أن القرآن دستور تشريعي كامل، يقيم الحياة الإنسانية على أفضل صورة وأرقى مثال، وسيظل تشريعه وجها من وجوه إعجازه ما بقي الدهر، ولايستطيع أحد أن ينطرو أنه أحدث في العالم أثراً غيّر وجه التاريخ.



الباب الثالث
الإختتام

والخلاصة من هذا البحث سأشرح مايلي :
أ‌.       أن المفهوم من الإعجاز التشريعي هو الإعجاز التشريعي عبارة واسعة المجال تشمل كل ما شرعه الله تعالى لعباده، فهو بعبارة أخرى المنهج الذي أراده الله لعباده أن يسلكوه ويأتمروا به قال تعالى: ﴿لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجاً﴾[المائدة: 48].
ب‌. أن المظاهر من الإعجاز التشريعي :
1.   أن القرآن الكريم يبدأ بتربية الفرد – لأنه لبنة المجتمع – ويقيم تربيته على تحرير وجدانه وتحمله التبعة، يحرر وجدانه بعقيدة التوحيد التي تخلصه من سلطان الخرافة والوهم.
2.   ومن تربية الفرد ينتقل إلى بناء الأسرة، لأنها نواة المجتمع.
3.   ثم يقرر نظام الحكمة الذي يقوم على أساس الشورى والمساواة ومنع السيطرة.
4.   ثم يأتي تقرير الأحكام التي من شأنها صيانة الكليات الخمس الضرورية للحياة الإنسانية : الدين والنفس والعرض والعقل والمال.
5.   ثم يقرر القرآن العلاقات الدولية في حالتي الحرب والمسلم بين المسلم وجيرانهم أو معاهدهم.



قائمة المراجع

عبد الوهاب خلاف، علم أصول الفقه (قويت : دار القلم، 1942)
مناع القطان، مباحث في علوم القرآن (الرياض : منشورة العصر الحديث، 1973)
د. مصطفى ديب البغا، الواضح في علوم القرآن (دمشق : دار العلم الطيب، 1998)
د. مصطفى مسلم، مباحث في إعجاز القرآن (ارياض : دار المسلم، 1996)
علي عمر بلعجم، المقالة عن الإعجاز التشريعي في القرآن الكريم
http://www.jameataleman.org/agas/tasher/tasher8.html


[1] عبد الوهاب خلاف، علم أصول الفقه (قويت : دار القلم، 1942) ص. 23
[2] مناع القطان، مباحث في علوم القرآن (الرياض : منشورة العصر الحديث، 1973) ص. 259
[3] المرجع السابق، مناع القطان. ص 262-263
[4] المرجع السابق، مناع القظان، ص. 249
[5]  مناع القطان، مباحث في علوم القرآن (الرياض : منشورة العصر الحديث، 1973)
[6] د. مصطفى ديب البغا، الواضح في علوم القرآن (دمشق : دار العلم الطيب، 1998) ص. 158
[7] علي عمر بلعجم، المقالة عن الإعجاز التشريعي في القرآن الكريم (http://www.jameataleman.org/agas/tasher/tasher8.htm)
[8] د. مصطفى مسلم، مباحث في إعجاز القرآن (ارياض : دار المسلم، 1996) ص. 278
[9] المرجع السابق، د. مصطفى ديب البغا ، ص. 158
[10] المرجع السابق، د. مصطفى ديب البغا. ص. 159
[11] نفس المرجع، د. مصطفى ديب البغا.ص. 159
[12] نفس المرجع ، د. مصطفى ديب البغا. ص. 160
[13] نفس المرجع، د. مصطفى ديب البغا. ص. 160